0 items in your shopping cart

No products in the cart.

ASGARDIA & BUMI YANG LUPA

Asgardia, the space nation, mungkin sudah banyak yang mengulasnya. Ya, sebuah gagasan tentang kehidupan di ruang angkasa. Dikutip dari Sciencemag.com pada Jumat (14/10/2016), Asgardia digagas oleh Igor Ashurbeyli, ilmuwan angkasa sekaligus insinyur Rusia yang pada 2013 lalu mendirikan Aerospace International Research Center (AIRC) di Wina, Austria.

Idenya adalah, nanti akan ada beberapa orang yang secara suka rela akan pindah di Asgardia dan memulai kehidupan di sana. Membangun peradaban baru di sebuah tempat di luar angkasa yang bernama Asgardia.

Bagi saya ini menarik, terlepas dari pro dan kontra yang ada. Bahkan ada yang bilang tidak mungkin manusia dapat tinggal dan hidup di ruang angkasa. Namun bagi ilmu pengetahuan mengapa tidak mungkin? Toh hal-hal yang dulunya hanya sebagai angan-angan dapat terwujud menjadi kenyataan, sepeti pesawat terbang, kereta api bahkan telpon selular.

Apabila Asgardia merupakan sebuah proyek pertama tentang kehidupan di luar angkasa, dan nanti diharapkan dapat menjadi kehidupan yang berkelanjutan, maka ini akan menjadi makin menarik berkaitan dengan sejarah Bumi kita ini, tentang agama dan tentang apa yang selama ini dikenal sebagai Tuhan.

Apakah di Asgardia akan ada agama? Apakah agama bumi yang dibawa atau ada agama baru? Apakah Tuhan masih berfungsi di Asgardia? Atau baik itu agama dan Tuhan akan mengalami evolusinya di sana?

Nantinya kehidupan Asgardia yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan ratusan atau ribuan tahun, dan penduduk Bumi yang tadinya mencoba menetap di sana berketurunan, maka keturunan selanjutnya sangat mungkin sekali lupa bahwa asal nenek moyang mereka dari Bumi. Karena rutinitas yang ada, mereka menganggap bahwa kehidupan hanya ada di Asgardia. Dan mungkin saja sejarah Asgardia akan mencatat bahwa mereka yang sampai pertama di sana itulah para manusia pertama yang diciptakan. Para keturunan selanjutnya karena tidak pernah tahu bahwa ada Bumi sebelumnya, maka menganggap bahwa Asgardia merupakan satu-satunya tempat kehidupan mereka.

Bukankah ini menarik dan dapat menjadi benang merah bahwa sangat bisa jadi Bumi ini awal mulanya juga merupakan sebuah proyek kehidupan luar angkasa dari kehidupan sebelumnya yang entah dari planet dan galaxy apa. Karena keturunan di Bumi sudah banyak, berkembang dan berevolusi maka mereka lupa tentang proyek tersebut. Mereka menganggap bahwa Bumi ini adalah awal mulanya.

Penduduk Asgardia nanti juga dapat mengalami hal serupa dengan penduduk Bumi. Mereka menciptakan aturan kehidupan yang baru dan untuk membuat patuh penduduknya, mereka juga menciptakan agama bagi kehidupan modern tersebut. Nantinya para keturunan Asgardia di kemudian hari, karena DNA Bumi masih ada, mereka akan bertanya, “Dari mana asalku?”  Dan pertanyaan seperti itu pulalah yang sekarang berkecamuk di benak sebagian besar manusia Bumi ini.

Mungkin kita lupa, bahwa kita dulu memulai hidup di Bumi sebagai sebuah proyek kehidupan dari planet sebelumnya yang entah mungkin kini sudah musnah.

 

Love & Blessing

Leave a response