0 items in your shopping cart

No products in the cart.

AYAH BIOLOGIS YESUS?

Bernahkah Yesus lahir dari rahim Maria tanpa sentuhan laki-laki?

Sebetulnya tidak menjadi masalah apakah Yesus itu mempunyai Bapak secara nyata atau tidak. Hal itu tidak mengurangi kebesaran dari Yesus itu sendiri. Yesus tetaplah guru spiritual yang tinggi dan meninggalkan ajaran yang sangat luar biasa.

Tulisan ini hanya sebagai sudut pandang bahwa di dalam kitab suci banyak hal yang dituliskan dalam bentuk alegoris (kiasan), dan penafsiran dari sebuah manuskrip kuno seperti itu membutuhkan banyak sudut pandang, mengingat manuskrip ditulis pada saat sejarah saat itu sedang bergulir. Artinya tidak tertutup kemungkinan bahwa manuskrip-manuskrip tersebut sengaja dibuat untuk membuat legitimasi sejarah saat itu.

Kita tahu bahwa Ajaran Yesus setelah Yesus meninggal di tiang salib, diadopsi oleh Kekaisaran Roma dan ajaran Injil Yesus mulai dikenal menyebar lewat Roma dengan dewan legitimasi politik agamanya yang bernama Vatikan. Padahal kekaisaran Roma saat Yesus hidup mengejar-ngejarnya dan ingin membasmi Yesus berikut pengikutnya.

Namun mengapa setelah itu malah Roma mengadopsi ajaran Yesus dan menyebarkannya? Bukankah tidak mungkin akan banyak sejarah yang dibalik oleh Roma terkait dengan hal tersebut?

Sekarang kita lihat kondisi pada saat Lahirnya Yesus.

Wilayah-wilayah seperti Siria, Yunani, Romawi, adalah masyarakat yang mempraktekkan Paganisme, yaitu kepercayaan menyembah manusia yang dipercayai sebagai inkarnasi Tuhan. Gereja Pauline, adalah gereja awal masa pemerintahan Roma yang berhasrat menarik wilayah Siria, Yunani, Romawi ke dalam kekuasaan Gereja Pauline. Semua agama Paganis ini mengandung unsur-unsur yang menyusun agama Kristen sejak awal.

Jadi bagaimana Gereja Pauline melakukan akulturasi ajaran, ini sangat menarik. Saat masyarakat mempercayai bahwa saat itu ada beberapa manusia yang disembah karena dipercaya sebagai inkarnasi Tuhan, bagaimana apabila Yesus hadir sebagai manusia biasa? Tentu saja Yesus tidak akan didengar sama sekali?

Lalu siapa dalang dibalik semua ini? Apabila di dalam Mahabarata terdapat dalang dari semua jalan cerita, yaitu Krishna, tentu saja ada ‘dalang’ yang menjadikan Yesus sebagai sosok yang dikenal sebagai anak Tuhan. Mengapa Yesus dibuat menjadi Inkarnasi Tuhan atau Son of God? Jelas, bahwa hal tersebut karena kebutuhan masyarakat Paganis yang masih mempercayai bahwa mereka hanya mau menyembah kepada manusia yang dipercaya sebagai inkarnasi Tuhan.

Yohanes, si pembabtis, adalah penginjil (penyebar ajaran Tauhid – baca: menyadari Sang Sumber) sebelum hadirnya Yesus. Bahkan Yohanes adalah orang yang membaptis Yesus dan sekaligus menjadi gurunya. Yohanes yang menyadarkan Yesus bahwa ia dapat mencapai potensi spiritual dan meneruskan visi spiritual para master.

Hubungan Yesus dan Yohanes ini seperti hubungan Panembanan Senopati dan Ki Juru Mertani. Ki Juru Mertani harus membuat sebuah legitimasi spiritual saat memunculkan Sutawijaya sebagai calon Raja Jawa. Maka Ki Juru Mertani harus membuat Alegoris tentang Ratu Pantai Selatan dan penguasa Gunung Merapi.

Yohanes juga demikian. Yohanes sangat sadar bahwa dirinya tidak mungkin banyak diterima di masyarakat karena dirinya tidak dipercaya sebagai Inkarnasi Tuhan. Untuk melanjutkan visi para master maka Yohanes harus membuat sebuah rencana! Walaupun Yohanes sudah mengawali ke-nabiannya jauh sebelum Yesus hadir.

Kisah Yesus ini dibuat mundur. Artinya bukan dimulai dari Yesus lahir, kemudian beranjak dewasa dan menyebarkan ajarannya. Namun dimulai semenjak  Yesus bertemu Yohanes, disadarkan potensi spiritualnya dan sengaja dihilangkan oleh Yohanes selama 18 tahun (umur 12 tahun sd 30 tahun) untuk belajar spiritual. Dalam kurun waktu 18 tahun ini Yohanes berhasil melakukan seeding (dalam NLP adalah cara mempersiapkan lahan pikiran untuk ditanamkan pikiran baru). Yohanes melakukan seeding bahwa akan hadir ‘sang juru selamat’ yang akan membantu manusia. Baru setelah Yesus hadir dan rencana Yohanes berhasil bahwa Yesus inkarnasi Tuhan, masyarakat bertanya: dari mana Yesus berasal?

Bayangkan, 30 tahun bukanlah masa yang singkat. Bila ada orang asing yang datang kepada anda dan ada orang yang anda percaya menceritakan masa lalu atau asal usul orang asing ini, maka tentu saja anda percaya, karena anda meletakkan kepercayaan kepada orang yang anda percaya tesebut. Itulah peran Yohanes! (Yohanes kalo dalam bahasa Quran menjadi Yahya, nabi Yahya)

Sekali lagi, yang penting adalah mengapa Yesus dimunculkan sebagai Inkarnasi Tuhan dan dikabarkan tidak mempunyai ayah biologis? Ya, hal tersebut adalah akulturasi dari Yohanes karena masyarakat yang masih memegang kepercayaan Pagan yang mempercayai menyembah manusia sebagai inkarnasi Tuhan.

Lalu siapakah ayah biologis Yesus? Ini yang kemudian dihilangkan, karena orang tua Yesus menjadi tidak penting sama sekali. Mengapa Yohanes menghilangkan ayah dari Yesus? Bukankah kalo itu sengaja dihilangkan dan kemudian Yesus menjadi orang tenar, kemudian ayahnya akan mengaku agar ikut tenar juga? Mengapa yang terbawa hanya ibunya, Maria? Mengapa ayahnya dengan rela menghilangkan dirinya? – menarik bukan?

Ya, satu-satunya jawaban adalah Yohanes itu sendiri! Yohanes menyadari perannya dan mundur dari sejarah agar ajaran yang dibawa Yesus dapat mengubah kehidupan banyak manusia saat itu. Untuk itulah, seluruh manuskrip yang ditemukan tidak menyebutkan siapakah ayah Yesus, karena Yohanes yang merupakan ‘pintu’ bagi Yesus memilih untuk mengundurkan diri setelah potensi spiritual Yesus bangkit.

Ini sama ketika sekarang kita tahu bahwa Panembahan Senopati bukan anak sah dari Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Pemanahan meniduri istri dari Ki Ageng Giring saat Pemanahan bertamu ke rumah Ki Ageng Giring. Begitu mengetahui Ki Ageng Giring tidak ada ditempat, maka Pemanahan nafsu melihat istri Ki Ageng Giring dan menidurinya! Karena anak tidak sah dari Pemanahan dan istri Ki Ageng Giring ini harus diselamatkan dan diatur agar menjadi Raja Jawa, maka Ki Juru Mertani turun tangan untuk mengatur strategi agar legitimasi Sutawijaya (penembahan senopati) diterima masyarakat sebagai calon raja yang ditunggu-tunggu masyarakat Jawa.

Apakah kalau kita sekarang tahu bahwa Yesus mempunyai ayah biologis, atau Yesus lahir dari hubungan badan dari ayah dan ibunya maka akan menyebabkan iman Kristen runtuh? Akankah menyebabkan runtuhnya iman kepada Yesus? Tentu saja tidak. Karena ada bapak atau tidak, seorang Yesus tetaplah seorang master yang sangat mulia dan luar biasa.

 

Love & Blessing