0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Indonesia adalah Atlantis itu nonsense, bila …

Disaat Bangsa-bangsa di luar Nusantara masih belum mengenal wewangian dan fungsinya, Nusantara telah bertaburan bunga Mawar dan Melati dan memanfaatkannya untuk rileksasi. Di abad itu pula banyak Mpu yang dapat meleburkan tiga jenis logam untuk membuat keris yang setelah diteliti oleh para ilmuwan barat, mereka menyimpulkan bahwa pembuat keris di Nusantara pada jaman itu pasti memahami rahasia pembuatan Nuklir!

Dalam sebuah dialog Imaginer tentang Indonesia dalam jutaan abad yang lalu, saya meyakini bahwa peradaban dan budaya Indonesia adalah cikal bakal peradaban dunia. Buktinya mana? Nggak usah pakai bukti, namanya saja dialog imaginer!

Ketika buku dari Prof Santos tentang Atlantis diedarkan, dan penelitian dari Prof Santos yang mengarah bahwa Indonesia dulunya adalah Atlantis tersebut, serentak banyak yang bangga dengan tulisan Prof Santos. Euphoria ini merebak dan menjalar ke seluruh bagian dari lapisan kehidupan, terutama masyarakat dan kelompok yang merasa bersinggungan langsung dengan apa yang disebut sebagai Atlantis.

Kebanggaan tentang Atlantis ini kemudian hanyalah menjadi kebanggaan atas sebuah asumsi arkeologi semata. Kalau memang Indonesia adalah Atlantis, so what??

Pandangan saya tentang Euphoria Atlantis ini terlihat nyata beberapa hari yang lalu (Mei 2010), ketika seseorang memperlihatkan emosi labilnya dalam mengungkapkan wawasan tentang Atlantis tersebut. Ia mengatakan bahwa kita, Indonesia, adalah bangsa Leumeria yang unggul. Bangsa Atlantis ini harus bangkit kembali. Bangsa Atlantis tidak boleh dijajah oleh agama dari luar kerena bangsa Atlantis mempunyai agama sendiri, yaitu agama leluhur sebelum masuknya agama-agama dari luar.

Apabila Atlantis memang pernah ada, maka tentu saja masyarakat Atlantis telah mencapai kesadaran yang tinggi dalam mengelola pikiran. Entah itu kekuatan pikiran atau budayanya yang tinggi. Dengan tingginya pengetahuan mereka mengelola pikiran, maka otomatis tercipta hasil-hasil budaya yang Luhur. Dan tentu saja, karena sebuah siklus jaman yang secara alami berputar maka peradaban akan berganti yang kemudian timbul peradaban baru.

Kalau kemudian apabila Indonesia nanti tidak terbukti sebagai Atlantis, so what juga??

Euphoria yang berlebihan tentang Atlantis ini yang berbahaya! Kita hanya sebatas bangga, hanya sebatas senang, dan hanya sebatas kagum atas kejayaan masa lalu. Apabila ada dua ribu orang atau lebih dalam sebuah group yang tertarik tentang Atlantis (seperti diungkapkan oleh seseorang, Mei 2010), apakah itu akan membawa sebuah pengaruh untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik?

Apabila sekarang, saat inipun ditetapkan oleh para ilmuwan dan disetujui bahwa Atlantis adalah Indonesia, apakah Indonesia akan berubah menjadi lebih baik? Apakah Indonesia akan menjadi lebih baik dengan label tersebut?

Saya tidak berurusan dengan pembuktian arkeologi bahwa Indonesia adalah Atlantis. Pembuktian Arkeologi menjadi tugas para ilmuwan di bidangnya. Saya juga tidak berkepentingan untuk membangkitkan lagi kebudayaan Atlantis. Kalaupun Atlantis itu ada dan itu Indonesia, maka bagaimana kita mengelola emosi kita, mengelola pikiran kita, mengelola kecerdasan kita, dan menghasilkan karya-karya luar biasa adalah sebuah pembuktian tersendiri tentang keturunan Atlantis yang nyata.

Apabila ada dua ribu pemuda dan kemudian lebih mementingkan mendengarkan bahwa Atlantis secara Arkeologi adalah Indonesia (lebih senang dengan pengetahuan), saya akan katakan bahwa itu Nonsense! Langkah nyata bagi dua ribu pemuda untuk mengelola emosi, mengelola pikiran, mengelola kecerdasan dan menghasilkan karya, adalah hal yang sangat penting untuk membuktikan bahwa mereka adalah keturunan Atlantis (kalau memang benar)

Saya akan mengatakan bahwa Indonesia adalah Atlantis itu nonsense!

Apabila hanya temuan arkeologi yang kita banggakan, itu tidak akan merubah apapun juga. Walaupun saya pribadi sangat mendukung apa yang dilakukan oleh prof Santos dalam penelitiannya, juga para ahli yang saat ini sedang meneliti rahasia primadia di Indonesia.

Namun hal terpenting dan lebih penting yang bisa kita lakukan adalah membuktikan tentang pemberdayaan diri secara keseluruhan dari diri manusia di Nusantara ini, dan dengan itu maka kesadaran Atlantis telah mewujud di Nusantara.

Bagi anda, dua ribu pemuda tesebut, munculkanlah kesadaran Atlantis dan terapkan dalam kehidupan modern untuk kemajuan dan pemberdayaan diri secara utuh sehingga muncul karya-karya luar biasa dari dua ribu pemuda tersebut, daripada hanya sekedar berdiskusi tentang benar dan tidaknya Atlantis setiap hari.

Wahai bangsa Atlantis, sadar dan bangunlah saat ini! Bukan kebanggaan bahwa engkau nyata dan pernah ada pada jaman dahulu di Indonesia, tetapi hasil karya besarmu, hasil budaya tinggimu, dan hasil nyata dari dirimulah yang nanti akan membuktikan bahwa memang engkaulah bangsa Atlantis!

Ketika engkau dapat membuat sebuah kemajuan dalam kehidupan yang lebih maju, lebih berguna, lebih berdaya, dan lebih bermanfaat, maka tidak usah dibuktikan oleh apapun juga, semua penjuru dunia akan memanggilmu kesadaran Atlantis yang hidup!

Leave a response