0 items in your shopping cart

No products in the cart.

SEBUAH TINJAUAN TENTANG REINKARNASI: PERCAYA ATAU TIDAK?

Anda bukanlah tadinya tidak ada, kemudian baru kali ini dilahirkan di bumi. Apa buktinya? Buktinya sederhana, yaitu memori pikiran anda! Saya tidak butuh ayat kitab suci untuk menegaskan hal tersebut. Bahkan isi kitab suci cenderung menutupi hal ini, karena apabila semua orang mengingat bahwa dirinya bukan hanya sekali lahir maka sangat mungkin sekali ia dengan sengaja membunuh dirinya dengan harapan nantinya lahir kembali. Ada orang Jawa yang suka dengan masakan Itali. Atau orang Perancis yang sangat suka gudeg. Atau ada ketertarikan sangat entah itu dengan tempat, situasi, atau orang.

Bila anda baru kali ini lahir dibumi, dan memori pikiran anda sama sekali baru belum pernah terisi informasi, maka sudah dapat dipastikan bahwa anda tidak akan mengenali apapun yang ada. Namun cobalah biarkan seorang bayi dilepas tanpa diberitahu apapun, maka memori pikirannya akan menunjukkan bagaimana ia harus bertindak terhadap apa yang didepannya. Hal itu memperlihatkan bahwa memori pikiran sudah merekam tindakan, respon, dan apa yang pernah diketahuinya.

Apa gunanya kita menyadari bahwa kita lahir di bumi bukan kali ini saja? Satu-satunya alasan adalah tugas! Berkali-kali dikatakan bahwa manusia sebagai khalifah atau utusan, namun pemahaman tersebut hanya menjadi sebatas tulisan karena banyak dari manusia sampai akhir hayatnya tidak tahu tugasnya apa. Kemudian ia harus lahir lagi, lagi, lagi, dan lagi.

Ibadah bukanlah tugas! Yang dikatakan menyembah Tuhan juga bukan tugas! Kita semua sudah tahu tentang hal tersebut. Untuk apa Tuhan disembah? Kalau kita bicara tentang Sang Sumber apalagi, untuk apa Sang Sumber disembah?

Menyembah Tuhan adalah menyembah diri sendiri, karena Tuhan dan Manusia adalah percikan dari Sang Sumber yang dalam entitasnya kemudian berbeda peran. Tuhan adalah Sang Sumber yang mengawasi, sedangkan manusia adalah Sang Sumber yang melakukan. Nantinya manusia juga berkesempatan (sesuai dg evolusinya) dan kehendak pelepasan dirinya, dapat menduduki dan berperan sebagai entitas Tuhan.

Kembali kepada kelahiran di bumi. Sekali lagi, memori pada pikiran adalah satu hal yang dapat dijadikan bahan refleksi bahwa kita tidak hanya sekali lahir dibumi. Ada bahkan sebuah tulisan yang menggali dari kitab Quran tentang hal ini. Saya memilih untuk tidak mereferensikan tulisan tersebut, atau tulisan apapun juga yang mencoba mengemukakan argumentasi tentang kelahiran berulang. Kenapa hal itu saya lakukan? Saya tidak ingin mencari pembenaran, dan tidak ingin mengajak anda untuk mencari pembenaran.

Apa yang bisa anda lakukan? Cukup tutup mata, masuk kedalam diri, kemudian liat tentang semua hal dari kemungkinan kelahiran berulang ini.

Lalu liat batin anda. Apakah anda meyakini atau meragukannya? Apabila anda meyakini, artinya anda tidak butuh argumentasi pendukung apapun. Anda tidak perlu mencari-cari argumentasi yang dapat mendukung keyakinan anda. Bila anda masih mengumpulkan sumber-sumber argumen yang terlihat mendukung keyakinan anda, artinya anda masih belum yakin akan hal yang anda yakini.

Sama halnya ketika anda masih meragukan hal tersebut. Langkah-langkah mencari argumentasi pendukung agar anda yakin adalah tindakan bodoh, karena dengan hal tersebut anda sedang menipu diri anda dengan cara memaksakan keyakinan melalui argumentasi yang anda cari.

‘Kelahiran berulang’ .. saya ingin mengajak anda melihat kalimat tersebut tanpa anda analisa, tanpa argumentasi, dan tanpa pencarian bukti-bukti pendukung.

Tutup mata anda dan amati batin anda. Anda cukup mengamati apakah anda yakin adanya, atau anda ragu adanya, atau anda tidak percaya adanya.

Sekali lagi, bila anda yakin maka anda tidak perlu bukti apapun juga. Bila anda ragu, maka tak perlu mencari bukti untuk meyakinkan anda. Bila anda tidak yakin, maka anda tidak perlu mengubah keyakinan anda.

 

Love & Blessing

Leave a response