0 items in your shopping cart

No products in the cart.

SEDULUR PAPAT LIMO PANCER 2

Sebelumnya saya pernah mengulas filosofi Sedulur Papat Limo Pancer yang berhubungan dengan Ego State yang saat itu sedang marak di Indonesia di mana Ego State di populerkan oleh Eric Berne, ahli psikologi yang pertama kali mempelopori teori analisis transaksional. Analisis transaksional dikembangkan oleh Eric Berne setelah ia mendapatkan gelar Medical Doctor dari McGill university di Montreal pada tahun 1935. Sedangkan Kidung Purwojati yang mengandung filosofi Sedulur Papat Limo Pancer ditemukan beredar pada abad 15.

Dan hal ini jauh sebelum para nama-nama ini: Maggie Phillips, Clare Frederick, Shirley McNeal, Moshe Torem, Waltermade Hartman, Gordon Emmerson, Hunter, George Fraser, dan Michael Gainer, mengemukakan Ego State.

Tulisan saya kali ini yang masih tentang Sedulur Papat Limo Pancer. Apabila tulisan saya di tahun 2012 berkaitan dengan Ego State, tulisan kali ini kita akan melihat hal yang melengkapi, yaitu dari sudut pandang Kepribadian yang diungkapkah oleh Carl Jung (16 Kepribadian). Namun sebelum Jung menemukan teori 16 Kepribadian, pada saat jaman Yunani, Hippocrates telah menemukan Empat unsur temperamen, yaitu bahwa empat cairan di dalam tubuh dapat membedakan karakter dan kebiasaan seseorang. Ia menyebutnya sebagai Humorism.

Apa kaitannya Humorism dan filosofi Sedulur Papat Limo Pancer?
Hippocrates mengatakan bahwa empat cairan tubuh mempengaruhi temperamen dan kondisi psikologis seseorang atau bisa disebut sebagai karakter dasar. Dan dalam filosofi Sedulur Papat Limo Pancer, kelahiran manusia juga disertai cairan-cairan yang ikut keluar bersama bayi yang baru lahir.

Mengenal diri sendiri dalam filosofi Jawa adalah mengenal Sedulur Papat tersebut sehingga seseorang senantiasa dapat berefleksi dengan pekerjaan dan kegiatannya sehari-hari. Salah satu bagian dari sedulur tersebut yang menonjol akan mempengaruhi karakter dasar manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga filosofi Jawa tersebut sudah mengingatkan untuk mengenal terlebih dahulu agar dapat disesuaikan antara karakter dan pekerjaan yang dilakukan.

Seperti halnya empat karakter dasar yang dikenal dalam dunia psikologis yang diadaptasi dari Humorim, yaitu; sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis, maka filosofi Sedulur Papat limo Pancer juga sangat relevan dengan empat karakter dasar manusia tersebut.

Mari kita lihat satu persatu:

SANGUINIS.
Sanguin dipengaruhi oleh karakter darah. Dalam Teori Psikologi, orang-orang dengan karakter sanguinis ini biasanya selalu optimis, riang, antusias dan memiliki semangat hidup yang tinggi.

Hal ini sama dengan Filosofi sedulur Getih (darah): yang merupakan ‘pasemon’ atau penggambaran dari sifat keinginan untuk mempertahankan harga diri, rasa marah, emosi, ambisi, pencapaian keinginan. Ingin kaya, berlimpah, dan mendapatkan materi lebih banyak ada dalam bagian Ego ini. 

PLEGMATIS.
Plegmatis dipengaruhi oleh karakter lendir. Dalam teori Psikologi, orang-orang dengan karakter Plegmatis akan cenderung menghindari konflik, lebih menyukai kedamaian, keharmonisan dan keakraban.

Hal ini sama dengan Filosofi sedulur Ketuban (air ketuban): yang membawa karakter bumi untuk kenyamanan.

KOLERIS.
Koleris dipengaruhi oleh karakter empedu kuning sehingga ego mendominasi pada karakter ini. Dalam teori Psikologi, orang-orang dengan tipe koleris sangat berorientasi pada target, analitis, dan logis.

Hal ini sama dengan Filosofi sedulur Adi Ari-ari (plasenta) yang membawa unsur udara sehingga dorongan untuk mewujudkan keinginan yang ada sangat besar.

MELANKOLIS.
Melankolis dipengaruhi oleh karakter Empedu hitam sehingga ia merasa bukan bagian dari tubuhnya dan banyak memberi kesempatan bagian lain untuk berperan. Dalam teori Psikologi, orang-orang dengan tipe Melankolis ini cenderung sensitif, penyayang, senang berada di balik layer dan juga seorang pemikir.

Hal ini sama dengan filosofi sedulur Puser (tali plasenta) yang membawa unsur tidak mementingkan diri sendiri.

Dalam teori tentang karakter tersebut, seseorang mencoba mencocokkan dirinya dengan pekerjaan yang dijalaninya, apakah sesuai atau tidak dan apakah ada yang harus di sesuaikan dengan semua bagian tersebut?

Nah, dalam filosofi Sedulur Papat limo Pancar ini pun demikian, bahwa (contoh) pekerjaan seseorang adalah marketing, maka ia tidak sesuai mengunakan unsur Sedulur Puser. Ia harus memunculkan sedulur Adi Ari-ari dan Getih.

Apakah anda ingin menggunakan refleksi ini terhadap karakter dan pekerjaan anda? Lalu kemudian berkomunikasi dengan salah satu bagian (ego) atau sedulur yang cocok dengan hal itu? Silahkan anda cermati bagian-bagian pekerjaan yang cenderung cocok dengan setiap karakter atau sedulur manusia ini:

  1. Sanguin: pekerjaan di bidang fashion, kuliner, travelling, entertainer dan marketing.
  2. Plegmatis: pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal sosial, seperti pengajar, perawat, dan jasa social atau pelayanan.
  3. Koleris: pekerjaan di bidang manajemen, teknologi, statistik, teknik, dan programming.
  4. Melankolis: Pekerjaan bidang administrasi, manajemen, akuntansi, dan pekerja sosial.

Dengan melihat korelasi antara teori Humorism dan Psikologi di atas, maka filosofi Sedulur Papat Limo Pancer juga merupakan sebuah langkah untuk melakukan adaptasi dari diri manusia terhadap pekerjaan sehari-harinya. Artinya di dalam filosofi tersebut, para Resi Nusantara sudah memberikan saran untuk melakukan komunikasi terhadap diri sendiri sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungan dan pekerjaan yang dilakukannya.

Leave a response